Google
 

Jumat, 28 September 2007

Terminologi Dalam Obligasi

Saya sering mendapatkan informasi bagus dari website www.e-Samuel.com. Menurut saya, website tersebut memberikan informasi yang cukup handal bagi para pemula, baik pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, maupun investor pemula dalam bidang paper assets. Saya yakin masih banyak website lain yang juga memberikan informasi lengkap mengenai paper assets, namun karena berbagai keterbatasan saya, baru itu saja yang sering saya kunjungi. Mungkin di antara para pembaca blog ini ada yang mau memberikan informasi atau sharing tentang dimana saja kita bisa mendapatkan informasi bagus.

Masih melanjutkan pembahasan mengenai obligasi, kembali saya mencuplik dari e-samuel, ada tiga hal penting yang perlu kita perhatikan sebelum membeli sebuah obligasi, yaitu nilai pari (par value), bunga kupon (coupon rate) dan masa jatuh tempo (maturity). Dengan mengenal tiga elemen ini maka kita akan bisa menganalisa obligasi dan membandingkannya dengan alternatif investasi lain.

Nilai Pari (Par Value) merupakan jumlah uang yang akan diterima investor ketika obligasi tersebut jatuh tempo, artinya perusahaan yang mengeluarkan obligasi tadi akan membayar penuh sebanyak nilai pari tadi kepada pemegang obligasi saat itu.

Bunga Kupon (coupon rate) adalah bunga yang akan diterima oleh pemegang obligasi setiap periode tertentu yang dinyatakan dalam prosentase terhadap nilai pari. Misal, kalau obligasi memiliki nilai pari Rp. 1,000,000,000.- dan kupon bunga 10%, pemegang obligasi tadi akan mendapatkan Rp. 100,000,000.- setahun. Obligasi juga akan menyebutkan kapan kupon ini dibayarkan, bisa setiap bulan (monthly), tri-wulanan (quarterly), 2 kali setahun (semi-annually) dan sekali setahun (annually).

Masa Jatuh Tempo (Maturity Date) adalah tanggal dimana perusahaan yang mengeluarkan obligasi harus mengembalikan pokok pinjaman (principal) kepada pemegang obligasi. Setelah membayar pokok pinjaman, mereka sudah tidak mempunyai kewajiban membayar bunga. Kadang perusahaan memutuskan untuk men-call atau melunasi lebih awal obligasinya sebelum jatuh tempo. Hampir semua obligasi swasta menyebutkan apakah mereka mempunyai opsi untuk melakukan call dan seberapa cepat mereka bisa melakukannya.

3 komentar:

  1. Bang kalo ngak salah, bukannya ada satu bunga lagi, nama interest rate, atau bunga pasar, yang biasabya kita gunakan untuk menghitungfuture value dari bonds tersebut. nah yang ingin saya tanyakan kalo di buku atau disoal2 khan biasanya bunga pasarnya dah diketahui, kalo di dunia nyata kita harus nyari tau kemana bang???


    tararengkyu

    BalasHapus
  2. Wuuuh, berat juga yah blognya.. hehehehe....Why dont you start to write a book, Irwan? Saya juga nih lagi eksplorasi bahan-bahan hukum lingkungan, buat buku... hehehehe....
    I'm enjoyed so much menekuni bidang yang saya sukai, dan kayaknya Irwan juga begitu...
    Yeah, teruslah menulis...

    BalasHapus
  3. @Marwan:
    Interest rate yang kamu maksud yang mana? Yield kah? Zero rate? atau Forward rate?
    Tempat nyari-nya ke mana? Kaya’nya pasar adalah jawaban yang tepat.

    @Kak Eka:
    Terima kasih idenya Kak, sekarang saya masih merasa sebagai pemula banget dalam bidang saya, tapi walau bagaimana pun saya akan tetap mencoba berbagi pengetahuan dan pengalaman lewat buku. Saya akan coba mulai dari sekarang.

    BalasHapus